Pada tahun 2016, Trenggalek ditetapkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai kawasan hutan durian terbesar di Asia Tenggara. Namun, di hulu (on farm), produktivitas dan varietas durian masih perlu dikembangkan. Hilirisasi juga menarik untuk menyerap hasil panen sekaligus meningkatkan nilai tambah.
In 2016, Trenggalek was designated by the Indonesian Ministry of Agriculture as the largest durian forest area in Southeast Asia. However, upstream (on farm), durian productivity and varieties still need to be developed. Downstreaming is also attractive to absorb harvest results while increasing added value.
HULU (UPSTREAM):
peluang kerja sama investasi dengan petani durian lokal untuk pengembangan varietas unggul.
investment cooperation opportunities with local durian farmers for the development of superior varieties.
HILIR (DOWNSTREAM):
pabrik untuk packing house, pasta daging durian, keripik biji durian, serta pakan ternak dari silase kulit durian.
factory for packing house, durian meat paste, durian seed chips and animal feed from durian skin silage.
PRODUKTIVITAS (PRODUCTIVITY) for four years :
2021 = 17.869 ton
2022 = 10.115 ton
2023 = 40.983 ton
Jln. Panglima Sudirman No. 42 Trenggalek Jawa Timur
(0355) 797156